Selasa, 20 November 2012

Skala Pengukuran

Pengukuran adalah pemberian bilangan kepada atribut dari subjek (Dali S.Naga). Sebagai contoh jika kita mengukur panjang meja maka atributnya adalah panjang dan subjeknya adalah meja. Atribut dapat juga berupa konstanta dan dapat juga berupa variabel. Variabel juga dapat berupa variabel manifes yaitu variabel yang langsung dapat diukur seperti tinggi badan, tinggi tembok rumah dan variabel laten yang tidak dapat langsung diukur seperti bakat,minat dan lain-lain.

Ada empat skala ukur menurut Stevens yaitu:
  1. Skala Nominal yaitu skala yang hanya membedakan saja. Seperti 0 untuk wanita dan 1 untuk laki-laki, atau 0 untuk mati dan 1 untuk hidup, contoh yang lain nomor rumah, nomor telephon adalah contoh angka yang tergolong ke dalam skala nominal. Pada skala nominal kita hanya dapat mencari modusnya saja.
  2. Skala Ordinal yaitu skala yang mampu membedakan dan memiliki tingkatan, namun setiap tingkatan memiliki jarak yang tidak sama. Contoh skala ordinal seperti 1. Volume gelas 2. Volume ember 3. Volume kolam 4. Volume Danau 5. Volume Laut 6. Volume Samudera. Dengan demikian 1<2>
  3. Skala Interval yaitu skala yang mampu membedakan, memiliki tingkatan, dan jarak antara tingkatan sama. contoh skala interval seperti 1 cm, 2 cm, 3 cm dan seterusnya. Untuk skala interval statistik yang dapat dipakai yaitu modus, Median, Jarak antar kuartil, Rerata, dan Variansi.

  4. Skala Rasio yaitu skala yang mampu membedakan, memiliki tingkatan, jarak antar tingkatan sama, dan memiliki nol mutlak. skala rasio merupakan skala yang paling lengkap sehingga semua alat statistik dapat dipergunakan.

Kamis, 30 Juni 2011

Indahnya kebersamaan

Pada tanggal 26 - 27 Juni 2011, Guru-guru dan Karyawan SMP Labschool Jakarta mengadakan arisan keluarga yang bertempat di sekitar Lembang Bandung tepatnya di Ciater Subang. Awalnya kami berkumpul di Sekolah pada pukul 07.00 WIB, pada pukul 07.30 diadakan apel pemberangkatan oleh ketua BPS Bunda Indira. Tepat pukul 08.00 kami berangkat dengan rute Jakarta-Tol Cikampek-Tol Padalarang-Tol Cileunyi dan keluar pintu gerbang tol Pasteur dan mengarah ke Lembang.
Sebelum sampai di Lembang, kami belok kiri untuk mengunjungi Kampoeng Gajah, di benak kami terpikir di sana banyak gajah seperti kebun binatang Ragunan, di gerbang kampoeng gajah memang banyak sekali patung gajah di jejerkan di pinggir jalan membuat anak-anak banyak yang bersorak sorai menyaksikan banyak patung gajah.
Setelah makan siang bersama keluarga besar Labschool di sana, Panitia mengumumkan bahwa acara bebas di kampoeng gajah hanya sampai dengan pukul 16.00. Masing-masing keluarga membawa anggota keluarganya menikmati fasilitas yang ada di sana, ada yang bermain di taman, ada yang bermain bebek-bebekan, dan ada juga yang duduk-duduk sambil menikmati fanorama pegunungan yang biru dan hijau oleh pepohonan Lembang.

Sambil menikmati udara Lembang yang sejuk, saya pun bertanya ke salah seorang penjaga tempat bermain anak-anak, di mana gajah-gajah itu berada? Orang itu menjawab dengan santai bahwa  gajah itu hanya patung-patung yang ada di pinggir jalan itu saja. Dengan sedikit kecewa di dalam hati saya menggerutu ya....h, hanya patung saja....
Tepat pukul 16.00, kami melanjutkan perjalanan menuju Hotel Sari Ater yang tentu saja melewati jalanan yang berkelok-kelok, terkadang menanjak dan terkadang turun melewati hutan cemara di pegunungan tangkuban perahu.Di Sari Ater, kami menikmati fasilitas yang ada di sana berupa kolam renang air panas yang buka 24 jam. Sambil menikmati kambing guling yang hangat dan jagung rebus, kami juga asyik berdendang bersama keluarga besar SMP Labschool Jakarta. Tak terasa malam sudah larut kami pun kembali ke kamar masing-masing untuk lepas lelah dari perjalanan dan memanjakan anak-anak kami yang sering kami tinggal dari pukul 05.00 sampai dengan pukul 20.00.
Setelah sarapan pagi, tepatnya pukul 09.00 kami sudah harus check out hotel untuk melanjutkan perjalanan menuju Tangkuban Perahu. Perjalanan menuju tangkuban perahu sangat indah dan kelokannya sangat tajam, bahkan ada kelokan yang hampir 180 derajat, hanpir setiap kelokan diberikan cermin cembung besar untuk melihat kendaraan yang terhalang oleh kelokan. Karena seperti di hutan dimana tidak ada penerangan oleh karena itu untuk para pengendara yang mau pergi ke sana agar berhati-hati khususnya pada saat hujan atau kabut turun. Tempat objek wisata ini mulai buka pukul 07.00 dan tutup pukul 17.00.

Udara di Tankuban Perahu sangat dingin dan sering turun hujan. Ketika turun hujan sering turun kabut dari pegunungan yang mengurangi jarak pandang. Kubangan kawah terlihat menganga seakan menjadi bukti telah terjadi letusan yang sangat besar sampai menyisakan kubangan besar.
Sambil menikmati cemilan yang kami bawa dari rumah, dan buah strobery yang dijajakan di sana dengan harga yang relatif murah dengan rasanya manis dan asam terasa hilang penat dan lelah rutinitas harian yang tak  pernah habis.
Gunung tangkuban perahu ini berada pada ketinggian 1830 meter dari permukaan laut. Jika setiap kenaikan 100 meter dari permukaan laut tekanan udara turun sekitar 1 cmHg, Jika pada ketinggian 1830 meter dari permukaan laut tekanan udara menurun sebesar 18,3 cmHg. Jika Jakarta yang letaknya di daerah pantai dengan tekanan udara sekitar 76 cmHg maka di Tangkuban Perahu tekanan udara menjadi sekitar            57,7 cmHg. Adaptasi perbedaan tekanan udara inilah yang menyebabkan telinga kita terasa agak sakit ketika berada di pegunungan.
Setelah shalat Jama' taqdim Dzuhur dengan Ashar yang dikerjakan di waktu Dzuhur, kami siap-siap untuk pulang kembali ke Jakarta. Tak terasa perut pun minta jatah untuk diisi karena sudah lewat waktu makan siang. Ke arah perjalanan pulang kami mampir di rumah makan khas sunda tepatnya Rumah Makan Abah di Subang. Karena rombongan yang cukup banyak 3 Bus Besar dan 2 mobil kecil maka kami harus menunggu sekitar 30 menit untuk persiapan. Sambil menunggu kami menikmati pemandangan alam sambil lesehan yang di pinggirnya terdapat kolam ikan mas. Anak-anak terhibur oleh ikan-ikan yang warna warni dan sangat banyak.

Senin, 31 Mei 2010

Jadwal Aktivitas Harianku

Waktu yang kita miliki sama yaitu 24 Jam setiap hari, Bagaimana kita memanfaatkan waktu itu, merupakan suatu hal yang sangat menarik untuk kita perhatikan dan laksanakan. Karena begitu pentingnya waktu, sampai Allah pun mengisyaratkan kita semua dengan Firmannya di salah satu Surat di Al-Quran, yaitu Al-Ashr.


Empat sisi aktivitas harian harus ada, agar hidup ini seimbang. Mari kita atur waktu yang kita miliki, apakah waktu kita itu condong ke atas, ke bawah, ke kanan, atau ke kiri? Secara matematis dapat kita ketahui kecondongan aktivitas kita dengan besar sudut masing-masing itu. Kalau sudut itu besar di bagian atas itu berarti waktu kita besar dipergunakan untuk beribadah kepada Tuhan, atau yang lainnya.

Minggu, 16 Mei 2010

Buku "MOTIMORPHOSIS"

H. ARIS AHMAD JAYA, DVM 
PROF. DR. H. SISWOYO HARYONO,M.M., M.PD. 
BOGOR: ABCO PUBLISHER 2010


  •          Terdapat tiga pilihan rencana dalam hidup ini, pertama adalah hidup nyasar, kedua adalah hidup bayar, dan ketiga adalah hidup sadar. P.2
  •          Hidup nyasar adalah kehidupan yang dijalani bukanlah bagian dari apa yang sebenarnya kita inginkan. P.2
  •          Hidup bayar adalah kehidupan yang hanya bersemangat setiap melakukan aktivitas pekerjaan jika ada upah, duit atau bayaran. P.3
  •          Hidup sadar mendeskripsikan bahwa anda benar-benar tahu dan sadar bahwa anda sedang mengerjakan pilihan dan harapan hidup.p.3
  •          Leon Martel dalam bukunya Mastering Change, The key to business success mencatat ada 3 faktor yang bisa menjadikan  anda terperangkap sehingga tidak bisa mengenali perubahan:


    Terlalu yakin bahwa solusi masa lalu akan tetap dapat memecahkan problem masa kini
    Terlalu yakin bahwa trend yang sedang terjadi sekarang akan terus berlanjut
    Mengabaikan peluang yang akan terjadi di masa depan. pp. 6-7
  •         Anda dihargai bukan  dari berapa banyak ilmu yang telah Anda pelajari. Namun Anda dihargai justru dari berapa banyak perbuatan yang telah Anda lakukan
  •          Sukses dan bahagia berawal dari keputusan Anda untuk sukses dan bahagia. P.10.
  •          Putuskanlah sekarang bahwa Anda adalah manusia yang akan membawa manfaat sebanyak-banyaknya, manusia yang fun, bahagia dan gembira. Anda bisa tersenyum dan bahagia tanpa harus menunggu bahagia dulu  baru tersenyum. P.10.
  •          Tidak ada kata rugi bagi orang yang melakukan  apapun hasil yang diperoleh akan jauh lebih baik bila dibandingkan sekedar keinginan, kemauan, ide, gagasan, dan inovasi tanpa gerak, dan tanpa aksi. P.12.
  •          Mulailah dengan memperbaiki citra Anda, temukan kembali sikap mental pantang menyerah, mentalitas baja, kemauan kuat untuk maju, kegigihan menghadapi  ujian dan hambatan, keuletan dan kesabaran, keberanian mengambil risiko. P.12.
  •          Pertajam intelektualitas Anda, perkokoh mentalitas positif Anda, cerdaskan emosional Anda, tingkatkan spiritualitas Anda, tinggalkan masa lalu yang banyak keluhan dan menyakitkan maka manusia baru akan kembali. P.13.
  •          Realitas atau   kondisi Anda hari ini adalah hasil dari pikiran-pikiran Anda (sadar dan bawah sadar). P.14.
  •          Tidakan-tindakan yang secara berulang terus Anda lakukan, pada akhirnya akan membentuk kebiasaan, habit atau karakter. Karakter, habit dan kebiasaan lah yang kemudian membentuk realitas Anda hari ini. P.15. 
  •          Orang-orang sukses punya sejuta alternatif tindakan ketika ia berhadapan dengan masalah atau hasil yang kurang memuaskan sedangkan orang-orang gagal memiliki sejuta alasan ketika ia diminta melakukan tindakan. P.15.
  •          Keragu-raguan, atau ketidakyakinan adalah modal bertindak orang-orang gagal. Banyak orang bercita-cita sukses tapi gagal karena mereka tidak mau menjalani bagaimana cara orang sukses meraih sukses, mereka lebih banyak menjalani cara-cara orang gagal meraih keterpurukan. P.19
  •          Kemampuan (can) dan Kemauan (will) akan membentuk Sikap Mental (attitude).
  •          Kemampuan dan kemauan yang kuat akan menghasilkan sikap mental positif sebaliknya kemampuan dan kemauan yang lemah akan membentuk sikap mental negatif. Contoh: p.20.


    Mungkin ada jalan keluar tetapi sulit
    Mungkin sulit tapi pasti ada jalan keluar
    Telur setengah matang
    Telur setengah mentah
    Senantiasa melihat keterbatasan
    Senantiasa melihat kemungkinan-kemungkinan
    Matahari memang terasa panas tetapi membuat bumi ini terang
    Matahari memang membuat bumi ini terang tetapi terasa panas
    Rekreasi di puncak memang jauh tetapi menyenangkan
    Rekreasi di puncak memang menyenangkan tetapi jauh
    Suamiku memang kurus tetapi orangnya kuat
    Suamiku memang kuat tetapi kurus
    Istriku memang cantik tetapi gemuk 
               -- Istriku memang gemuk tetapi cantik.
  •          Penulis 10 tahun mengamati faktor-faktor yang menyebabkan kesuksesan, ternyata selain faktor pendidikan, nasib, jenis kelamin, hoki maka faktor yang paling dominan menentukan kesuksesan yaitu faktor kualitas berfikir.    
  •          Kualitas berpikir sangat terkait dengan pola pikir tertentu (think in certain way) yang akan mengolah pola rasa tertentu (feel in certain way), dan pola rasa akan membuahkan pola aksi tertentu (act in certain way). P.26 
  •          Rumus berpikir gagal orang gagal adalah: Mengeluh  (complaining), Menyalahkan (blaming), Menunda (postponig, canceling and delaying), dan Memungkiri atau mengingkari (denying) p.39.
  •         Ingat... kesuksesan memerlukan 10 % ide dan 90% keringat. Keringat hanya muncul ketika anda melakukan aksi nyata dan aksi nyata akan memudar ketika anda selalu mengeluh atas apapun yang seharusnya membuat anda kuat dan besar. p.41.
  •          Rumus kesuksesan  yaitu Success =(skill x Opportunity x Action)  p.48.
  •         Ada 4 kecerdasan yang telah kita ketahui yaitu: Kecerdasan Intelektual (IQ), Kecerdasan emosional (EQ), Kecerdasan spiritual (SQ), dan Kecerdasan Adversitas (Adversity Quotion). AQ yang memngubah kemalangan atau kesulitan yang dihadapi menjadi peluang yang menguntungkan. p.57.
  •          Pemenang tidak melakukan sesuatu yang beda, pemenang hadir kerena melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda.
  •          Seringkali anda hanya dekat dengan orang-orang yang anda sukai. Dan seringkali anda menghindari orang-orang 
  •          Tujuan inti dari pendidikan bukanlah sekedar membri ilmu, tetapi melatih agar berani melakukan sesuatu.
  •          Layang-layang terbang justru karena menghantam angin, bukan searah angin.
  •          Pola makan seimbang dari yang paling besar ke yang terkecil adalah: Vitamin dan Mineral, Protein, dan karbohidrat (Minyak, daging, dan nasi) bukan kebalikannya. p.119
  •          Kita harus mensyukuri konflik, sebab dengan konflik kita akan terpacu untuk memberikan yang terbaik yang kita miliki. p.146.
  •      
 

Selasa, 17 November 2009

Perbedaan Research dan Evaluasi

There are differences in points of view among behaviorial scientists, an "ideal" Research study is one in which:
  1. Problem selection and definition is the responsibility of the individual doing the research
  2. Tentative answers (hypotheses) to the problem may be derived by deduction from theories or by induction from an organized body of knowladge.
  3. Value judgments by the researcher are limited to those implicit in the selection of the problem
  4. Given the statement of the problem and the hypothesis, the research can be replicated
  5. The data to be collected are determined largely by the problem and the hypothesis
  6. Relevant variable can be controlled or manipulated, and systematic effects of other variables can be eliminated by randomization
 The Evaluation study may be described in terms of characteristics almost the reverse of those outlined above:
  1. The problem is almost completely determined by the situation in which the study is conducted. Many people may be involved in its definition and , because of its comlexity, the problem initially is difficult to define.
  2. Precise hypotheses usually cannot be generated ; rather the task becomes one of testing generalizations from a variety of research studies, some of which are basically contradictory. There are many gaps which in the absence of verified knowledge must be filled by reliance on judgment and experience
  3. Value judgments are made explicit in the selection and the definition of problem as well as in the development and implementation  of the procedures of the study.
  4. The study is unique to a situation and seldom can be replicated, even approximately
  5. The data to be collected are heavily influenced if not determined by feasibility. choices, when possible, reflect value judgments of decision-makers or of those who set policy. There are often large differences between data for which the collection is feasible and data which are of most value to the decision-makers.
  6. Only superficial control of a multitude of variables important to interpretation of results is possible. Randomization to eliminate the systematic effects of these variables is extremely difficult or impractical to accomplish.
Sumeber: Education evaluation: New roles new means, NSSE (the National Society for the Study of Education), United States of America, 1969
Makalah dari : John K. Hemphill 
Halaman. 190 s.d. 191

Rabu, 15 Juli 2009

Soal dan jawaban Reliabilitas Spearman-Brown

Butir soal sebanyak 60 butir memiliki koefisien reliabilitas Spearman Brown sebesar 0,9. Jika butir soal dianggap terlalu panjang maka butir soal diperpendek sehingga menjadi 40. Berapakah koefisien reliabilitasnya?
Jawab
Psb=2Ppp:(1+Ppp)
0,9=2Ppp:(1+Ppp)
0,45=Ppp:(1+Ppp)
0,45+0,45Ppp=Ppp
0,45=0,55Ppp
Ppp=0,45/0,55
Ppp=0,82

L=40/60=2/3=0,67

Psb=(L.Ppp)/(1+(L-1)Ppp)
Psb=(0,67.0,82)/(1+(0,67-1)0,82)
Psb=0,55/0,73
Psb=0,75